SIEMBA
Ruang digital bersama bagi Ekosistem Bantengan
Desa Tumpang

Sistem Informasi Ekosistem Manajemen Bantengan
SIEMBA merupakan platform informasi berbasis web yang dikembangkan untuk mendukung pendataan, dokumentasi, publikasi, pengembangan, dan penguatan ekosistem Seni Bantengan di Desa Tumpang, Kabupaten Malang.
SIEMBA hadir sebagai ruang digital bersama yang menghubungkan pelaku seni, kelompok Bantengan, masyarakat, pemerintah desa, akademisi, mahasiswa, UMKM, serta berbagai mitra yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian dan pengembangan seni budaya lokal.

Penguatan Ekosistem
Keberadaan platform ini dilandasi oleh besarnya potensi kebudayaan Desa Tumpang. Seni menjadi salah satu kekuatan utama desa, terutama seni pertunjukan yang tumbuh dan berkembang melalui kelompok-kelompok Bantengan, Jaranan, Pencak, seni tari, musik, seni rupa, dan berbagai ekspresi budaya masyarakat lainnya. Bantengan menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut karena tidak hanya berfungsi sebagai pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial, pewarisan pengetahuan, kreativitas, serta identitas budaya masyarakat.

Kekayaan budaya
Kekayaan seni budaya tidak cukup hanya dipertahankan melalui pertunjukan. Informasi mengenai kelompok seni, pelaku, kegiatan, karya, pengalaman, dokumentasi, serta potensi ekonomi yang menyertainya perlu dikelola secara sistematis agar tidak hilang dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
SIEMBA dikembangkan untuk membantu mengubah berbagai informasi yang sebelumnya tersebar menjadi database kebudayaan yang lebih terstruktur, terdokumentasi, mudah diperbarui, dan dapat diakses oleh masyarakat.
Melalui SIEMBA, proses pelestarian Bantengan diarahkan dari sekadar dokumentasi kegiatan menuju pembangunan ekosistem budaya yang berkelanjutan.

Tujuan
SIEMBA bertujuan menjadi pusat informasi dan dokumentasi Seni Bantengan Desa Tumpang sekaligus media untuk mendukung pengembangan komunitas dan jejaring kolaborasi.
Platform ini dikembangkan untuk:
- mendata kelompok dan pelaku Seni Bantengan;
- mendokumentasikan kegiatan, karya, tradisi, dan perkembangan komunitas;
- menyediakan informasi profil komunitas Bantengan;
- mempublikasikan berita dan agenda kegiatan;
- mendukung pemetaan potensi seni dan budaya Desa Tumpang;
- memperkenalkan produk serta UMKM yang tumbuh bersama ekosistem Bantengan;
- membuka ruang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, akademisi, mahasiswa, seniman, dan mitra lainnya; serta
- membangun arsip digital Seni Bantengan yang dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, penelitian, pengembangan budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
-
UWG Bekali Masyarakat Desa Tumpang dengan Manajemen Organisasi, Dorong Komunitas Budaya Lebih Profesional dan Mandiri
Malang, 17 Agustus 2026 — Pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga kesenian agar tetap dipentaskan. Di balik keberlanjutan sebuah komunitas seni, dibutuhkan organisasi yang kuat, tata kelola yang baik, serta sumber daya manusia yang mampu mengelola kegiatan secara profesional. Semangat tersebut menjadi fokus Program Pemberdayaan Desa Binaan Universitas Widya Gama Malang (UWG) Tahun 2026…
-
Gamelan Hibah Kemendiktisaintek “Bunyikan” Semangat Budaya Desa Tumpang, UWG Dorong Bantengan Naik Kelas
Malang, 17 Agustus 2026 – Gamelan bukan sekadar seperangkat alat musik tradisional. Di Desa Tumpang, Kabupaten Malang, gamelan kini menjadi simbol kebangkitan budaya sekaligus pemantik gerakan baru untuk menghidupkan seni, memperkuat generasi muda, dan membuka peluang ekonomi kreatif desa. Semangat itulah yang dibawa Universitas Widya Gama Malang (UWG) melalui Program Desa Binaan Tahun 2026 dengan…
-
Bantengan, Kesenian Tradisional Jawa Timur yang Terus Dilestarikan.
JAWA TIMUR – Kesenian Bantengan merupakan salah satu kesenian tradisional yang berkembang dan masih dilestarikan oleh masyarakat di Jawa Timur. Kesenian ini memadukan unsur tari, musik tradisional, bela diri, serta pertunjukan teatrikal yang menjadikannya memiliki karakteristik tersendiri. Dalam pertunjukannya, para pemain menggunakan properti berbentuk kepala banteng yang dilengkapi dengan tanduk. Tubuh pemain biasanya ditutupi kain…
-
Bantengan, Kesenian Tradisional yang Terus Hidup di Tengah Masyarakat
Jawa Timur – Kesenian Bantengan merupakan salah satu kesenian tradisional yang masih berkembang dan memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat Jawa Timur. Pertunjukan Bantengan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan kebudayaan dan kesenian tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Bantengan merupakan kesenian pertunjukan yang menggunakan properti berbentuk kepala dan…

Putro Maheso Budoyo
Ketua: Moh Samsul
Alamat: Jl. Tunggul Ametung, No. 95, RT 09, RW. 10, Desa Tumpang, Kec. Tumpang, Kab. Malang, Jawa Timur
Telp: 0812131919970
Jumlah Anggota: 30 Orang

Putro Pandowo
Ketua: Nuril Hamzah
Alamat: Jl. Bima, No. 225, RT 26, RW. 13, Desa Tumpang, Kec. Tumpang, Kab. Malang, Jawa Timur.
Telp: 083846401233
Jumlah Anggota: 37 Orang

Tunas Wisnuwardhana
Ketua: Romsol Diono
Alamat: Jl. Wisnuwardhana, RT. 07, RW. 08, Desa Tumpang, Kec. Tumpang, Kab. Malang, Jawa Timur.
Telp: 081325327178
Jumlah Anggota: 25

Putro Djajago
Ketua: Achmad Sochib
Alamat: Jl. Tunggul Ametung, RT. 07, RW. 09, Desa Tumpang, Kec. Tumpang, Kab. Malang, Jawa Timur.
Telp: 081239626690
Jumlah Anggota: 40
